Bagi kalangan santri dan para pengamal tarekat, wirid Sholawat Dalailul Khoirot adalah wirid yang sangat tenar. Wirid ini biasanya diberikan melalui proses ijazah, yakni tradisi pemberian ajaran atau amalan secara turun-temurun dengan rantai sanad yang jelas. Guru yang melakukan ijazah disebut mujiz. Saat pengijazahan dilaksanakan disertakan silsilah sanad wirid Dalailul Khairat secara berurutan yang terhubung pada penyusun wirid ini, Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli.
Selain itu, khusus sanad di Pesantren Al Abqori, Pengalam Wirid Sholawat dalailul Khoirot ini ada beberapa cara yaitu berpuasa dengan jumlah tertentu dengan minimal 7 hari dan tidak berpuasa. Untuk berpuasa maka pembacaan Dalailul Khoirot ini ada ketentuan khusus dan bagi yang tidak dibarengi dengan berpuasa maka bisa dibaca seumur hidup Khatam. Hal ini mungkin berbeda dengan ditempat lain yang diharuskan puasa minimal 1 Tahun sedangkan di Pesantren Al Abqori boleh berpuasa dan juga boleh tidak, membacanya juga tergolong mudah yaitu dengan pilihan sehari katam, sebulan katam, setahun katam bahkan seumur hidup katam.
Wirid Sholawat Dalailul Khoirot ini berisi kumpulan shalawat yang ditujukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cara membacanya bervariasi. Namun umumnya orang-orang membaca sesuai dengan pembagian harian yang disebut hizb. Dimulai dari bacaan hari Senin hingga Senin kedua dan diakhiri doa saat khatam. Namun, ada pula yang langsung mengkhatamkan keseluruhan Dalailul Khairat setiap harinya, bahkan sebagian ulama ada yang mengkhatamkan setiap selesai shalat fardhu, sehingga setiap hari dikhatamkan sebanyak lima kali.
Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli (w. 872 H) merupakan penyusun dari wirid Dalailul Khairat. Beliau merupakan ulama berkebangsaan Maroko, wirid Dalailul Khoirot disusun olehnya saat masa pengembaraan ilmunya di Kota Fez. Beliau pernah mengasingkan diri untuk ibadah (Khalwat) selama 14 tahun, setelah itu ia fokus mendidik para murid-muridnya. Banyak sekali orang yang bertaubat di tangannya, hingga beliau dikenal sebagai ulama yang masyhur akan karama-karamahnya. Beliau juga memiliki banyak pengikut yang tersebar di berbagai penjuru Maroko.
Beliau terbunuh pada tanggal 16 Rabiul Awal Tahun 870 Hijriah di Kota Sus akibat diracun. Kematian beliau persis pada saat sedang melaksanakan sujud shalat subuh. Setelah 77 tahun dari kematiannya, jenazah Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli dipindahkan menuju Kota Marrakesh. Menurut kesaksian, jenazah beliau masih utuh seperti saat awal dimakamkan, tidak berubah sama sekali (Syekh Abdul Majid as-Syarnubi, Syarah Dalail al-Khairat, Cet. Maktabah Al-Adab, hal. 2-3)
Keutamaan mengamalkan Dalailul Khoirot yang sangat masyhur di kalangan para pengamal wirid ini adalah cepatnya terkabul hajat yang diinginkan oleh para pembacanya. Sewaktu-waktu menginginkan suatu hal, mudah sekali keinginan tersebut terkabul. Namun meski begitu, hendaknya para pengamal Dalailul Khoirot dalam membaca wirid ini bertujuan murni mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ila Allâh) tanpa mengharap pamrih apa pun yang bersifat duniawi. Dengan demikian, wujud rasa keikhlasan dalam mengamalkannya. Wallahu a’lam.
Berikut Sanad Dalailul Khoirot yang ada di Pesantren Al Abqori.
- K. Ahmad Suparyono (Ki Jagat Sukma Alifudzat/ Ki Aryasatya Al Bantani) Bin Sukarno Bin Sumosarman Bin Rono Ngariman Pengasuh Pesantren Al Abqori Tambakromo – Pati – Jateng
- KH Bagus Amam (Abah Mahmudi Amam) Pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Ummah Kampung Baladil Amin – Pulutan – Jekulo – Kudus.
- KH Imam Muhdi Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Gembolo – Jajak – Gambiran – Banyuwangi Jawa Timur.
- KH Raden Hambali Sumardi (Mbah Hambali Sumardi) Pengasuh Pondok Pesantren Najahut Tholabah : Desa Bejen, Kelurahan : Kajeksan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
- KH Yasin Iskandar (Mbah Yasin) Pengasuh Pondok Pesantren Mbareng Kauman – Jekulo – Kudus.
- KH Amir bin Idris (Mbah Amir) Simbang kulon Pekalongan.
- Syech Machfudz attarmasiy.
- Syech Muhammad Amin Almadaniy
- Syech Ali bin Yusuf Alhaririy Almadaniy.
- Syech Muhammad bin Ahmad Almudghiriy.
- Syech Muhammad bin Ahmad bin Ahmad Al-mutsanna.
- Syech Ahmad bin Alhaaj.
- Syech Abdul Qodir Alfaasi.
- Syech Ahmad Almuqriy.
- Syech Ahmad bin abil abbas Ashshum’iy Addibaghiy.
- Syech Ahmad bin musa Assamlawiy.
- Syech Alquthub Abdulloh Alghozaliy Almarokiy.
- Syech Abdul ‘Aziz bin Abdul Haq attaba’.
- Almu-allif dalail khoirot Syech Sayyidiy Abi abdillah muhammad bin sulaeman Aljazuliy
Selain Jalur Sanad tersebut, Yai Yono juga memiliki 7 Jalur Sanad Lainnya yang beliau dapatkan dari beberapa mujiz di Nusantara. Untuk Yang ingin Mengambil Sanad Dari Beliau Bisa langsung Menghubungi Yayasan Pesantren Al Abqori:



